Jalan Merdeka yang merupakan jalan besar di Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Simalungun, terlihat kupak-kapik dan berlubang.
Akibatnya, jalanan pun tergenang saat hujan mengguyur. Hal ini tentu akan memperburuk citra Kota Serbelawan bagi pendatang.
Pantauan METRO, selain jalan di pusat keramaian yang ada di Serbelawan, jalur yang menghubungkan Serbelawan dengan Perdagangan juga rusak parah. Tak sedikit lubang dalam dan lebar terdapat di sana. Para pengedara pun kerap menginjak rem mendadak saat melintas di lokasi.
Menurut Bonar Hutajulu (48) warga Parluasan Kelurahan Serbelawan, kerusakan jalan di pusat kota Serbelawan itu sudah berlangsung lama. Namun hingga kini belum pernah diperbaiki.
Apalagi belakangan, curah hujan cukup tinggi. Hal itu juga berdampak pada semakin parahnya kerusakan. Sebab drainase di beberapa titik tak mampu menampung air, sehingga air meluap ke jalan. “Kalau hujan turun, jalan ini selalu digenangi air yang menguap dari drainase,” ujarnya.
Warga lain bernama Adi mengatakan, jalan yang rusak di kawasan Serbelawan itu tidak hanya terjadi di pusat kota saja, masih banyak lokasi lainnya.
“Sepanjang jalan di Serbelawan ini memang sejak dulu rusak bang. Makanya perlu perhatian serius dari pemerintah, kalau dibiarkan begini terus, selain memperburuk citra Serbelawan bagi pendatang, juga mengancam pengendara yang melintas,” kata Adi. (mag-4/hez)
Sumber : metrosiantar
Kamis, 20 September, 2012
Akibatnya, jalanan pun tergenang saat hujan mengguyur. Hal ini tentu akan memperburuk citra Kota Serbelawan bagi pendatang.
Pantauan METRO, selain jalan di pusat keramaian yang ada di Serbelawan, jalur yang menghubungkan Serbelawan dengan Perdagangan juga rusak parah. Tak sedikit lubang dalam dan lebar terdapat di sana. Para pengedara pun kerap menginjak rem mendadak saat melintas di lokasi.
Menurut Bonar Hutajulu (48) warga Parluasan Kelurahan Serbelawan, kerusakan jalan di pusat kota Serbelawan itu sudah berlangsung lama. Namun hingga kini belum pernah diperbaiki.
Apalagi belakangan, curah hujan cukup tinggi. Hal itu juga berdampak pada semakin parahnya kerusakan. Sebab drainase di beberapa titik tak mampu menampung air, sehingga air meluap ke jalan. “Kalau hujan turun, jalan ini selalu digenangi air yang menguap dari drainase,” ujarnya.
Warga lain bernama Adi mengatakan, jalan yang rusak di kawasan Serbelawan itu tidak hanya terjadi di pusat kota saja, masih banyak lokasi lainnya.
“Sepanjang jalan di Serbelawan ini memang sejak dulu rusak bang. Makanya perlu perhatian serius dari pemerintah, kalau dibiarkan begini terus, selain memperburuk citra Serbelawan bagi pendatang, juga mengancam pengendara yang melintas,” kata Adi. (mag-4/hez)
Sumber : metrosiantar
Kamis, 20 September, 2012

