Jasiman, warga Sukamulio, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, tak lain adalah saudara Poniman (55), pensiunan karyawan PT Bridgestone, merasa sangat kecewa. Pasalnya tanah yang diberikan kepada PT Bridgestone, tak dapat merubah hidupnya lebih baik.
.
Poniman mengatakan, Jasiman memberikan tanah kepada PT Bridgestone tahun 1990-an. Tanah diberikan supaya diangakat menjadi karyawan di PT tersebut. Namun hingga saat ini, kabar soal penyerahan tanah itu sama sekali tidak disinggung.
“Sekarang si Jasiman itu sudah tua, Bang. Mungkin kalau dibahas pihak PT pun, Jasiman sudah tidak bisa bekerja lagi, karena sudah tua,” kata Poniman bapak anak tiga.
Siang itu, Poniman ditemui METRO di depan kantor PT Bridgestone guna mengurus sisa gaji pensiun yang belum dibayarkan. Dia menambahkan, tanah yang diberikan kepada
PT Bridgestone sekitar satu rante bersama suratnya. Lokasinya di Naga Raja, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.
“Seandainya tanah itu diberikan tanpa surat, mungkin Jasiman bisa menjualnya kepada orang lain untuk menambahi biaya hidupnya di masa tua ini,” kata Poniman, pensiunan tukang deres dari Afd II Pondok Ulu, Nagori Dolok Merangir II.
Kasus serupa yang terjadi di lokasi Afd II Pondok Ulu, Nagori Dolok Merangir II kembali terkuak kepada calon karyawan angkatan tahun 2010. Saat ini mereka masih merenungi nasib mereka masing-masing. Apakah akan dipanggil menjadi karyawan atau sama seperti Jasiman.
Terakhir kata Poniman, tiga puluh tahun silam, tidak ada yang dinamakan pemberian tanah untuk menjadi karyawan. Buktinya dia sendiri, sewaktu melamar kerja di PT Bridgestone, tidak ada memberikan tanah sebagai pengganti.
“Sewaktu saya masuk kerja sebagai tukang deres, tidak ada yang dinamakan pemberian lahan kepada pihak PT,” terang Poniman, karyawan yang baru dua bulan pensiun dari PT Bridgestone itu.
Anehnya, Asisten Afd II Viktor Purba yang dikonfirmasi METRO terkait masalah tersebut, mengaku bahwasannya kebijakan yang dibuat PT adalah kesepakatan antara manejer dengan karyawan-karyawan terdahulu.
“Tanah ditukar pekerjaan itu terjadi sejak sebelum saya menjabat sebagai asisten,” aku Viktor. (end)
Sumber :Metro Siantar

