Home » , , » Memilih Bisnis Waralaba

Memilih Bisnis Waralaba

Sangat banyak konsep usaha yang menjadi peluang bisnis menjanjikan yang dapat Anda pilih untuk memulai berwirausaha. Dan, salah satu konsep usaha yang menjanjikan itu adalah waralaba atau franchise. Namun, bagi Anda yang tertarik menjalankan konsep usaha ini, harus lebih jeli dan hati-hati. Pasalnya dari sekitar 2.000an usaha yang diklaim sebagai waralaba, ternyata hanya 8 persen yang telah memenuhi kriteria dan persyaratan sebagai waralaba atau franchise sesungguhnya.

 



Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar, menilai, usaha yang sesungguhnya disebut sebagai waralaba itu dapat dilihat dan dikenali dari beberapa ciri. “Jadi kebanyakan yang ada di Indonesia lebih layak hanya disebut sebagai peluang usaha atau business opportunity (BO),” kata Anang di Jakarta, akhir pekan ini.
Padahal, menurut Anang, usaha waralaba sangat layak untuk dijalankan dan menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin memulai berwirausaha di bidang ini.

Data AFI menunjukkan pertumbuhan waralaba di Indonesia hanya sebesar 1-2 persen, sementara pertumbuhan BO mencapai 8 persen.
“BO juga baik untuk dijalankan, tapi jangan menyebutkan usaha itu sebagai waralaba. Banyak masyarakat yang tidak tahu sehingga ‘terjebak’ menjalankan usaha ini, dan mereka menyebutkan sebagai waralaba,” sebut Anang.

“Waralaba adalah konsep pemasaran (marketing concept) yang memiliki keunikan serta hal-hal spesifik yang tidak mudah ditiru. Sebuah usaha dikatakan waralaba jika usaha itu benar-benar sudah matang dari berbagai aspek, sehingga tidak kemudian merugikan pembeli waralaba (franchisee) tersebut,” sambungnya.

Anang menyayangkan banyak pihak termasuk pengambil keputusan (pemerintah) yang belum memahami tentang konsep juga arti sebenarnya dari waralaba tersebut. Untuk itu, dia memberikan beberapa kriteria agar masyarakat dapat mengenali dan tidak terjebak pada bisnis yang meniru konsep waralaba tersebut.

Berikut kriteria bisnis yang disebut waralaba atau franchise tersebut:
Pertama, oleh karena disebut sebagai konsep pemasaran (marketing concept), maka waralaba adalah bisnis yang memiliki keunikan serta ciri-ciri yang sangat spesifik dan tidak mudah ditiru. Keunikan ini bisa pada produk, brand, maupun pada tampilan waralaba tersebut.

Kedua, profil bisnis usaha tersebut harus jelas, mulai dari waktu berdirinya (minimal sudah lima tahun), siapa pemilik usaha (franchisor), contoh model waralaba yang telah sukses (sudah ramai didatangi konsumen), hingga siapa-siapa saja yang telah menjadi pembeli usaha (franchisee).
“Dari sini kita bisa mengetahui keberhasilan waralaba tersebut, dan bila perlu franchisee pertama juga harus kita wawancarai untuk mendapatkan bukti konkret dari dia,” kata Anang.

Ketiga, pemilik waralaba juga harus bisa menunjukkan neraca perkembangan usahanya paling tidak selama lima tahun terakhir.
“Inilah ciri sekaligus syarat-syarat yang sangat sulit dipenuhi atau dijalankan oleh BO. Jadi masyarakat harus jeli saat hendak membeli usaha waralaba,” tegasnya.

Di sisi lain, anang tak mempersoalkan adanya aturan dari pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang oleh sebagian orang dinilai ‘membatasi’ ruang gerak dan pertumbuhan waralaba dalam negeri. Menurut dia, aturan tersebut juga akan turut membantu pertumbuhan UKM di Tanah Air. [Pio]

Share this article :
 
Didukung oleh : www.serbalawan.asia | Dobana Facebook | Pasar Dobana - 085351315755
Copyright © 2012. Serbalawan, Serbelawan, Dolok Batu Nanggar - Dolok Batu Nanggar
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger